Kolaborasi Pengrajin Karya Rajutan Dengan Asosiasi Buruh Wanita

Kolaborasi Pengrajin Karya Rajutan Dengan Asosiasi Buruh Wanita

Kolaborasi pengrajin karya rajutan bersama dengan Asosiasi Buruh Wanita telah melahirkan sebuah mahakarya unik daripada keduanya. Mereka telah mewujudkan impian besar ini dalam sebuah pagelaran pameran seni berjudul Perempuan Tulang Punggung dan berlangsung secara meriah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sulit bagi kita untuk memungkiri bahwasanya seniman perempuan telah berkontribusi secara besar sekali dalam rangka mengembangkan ilmu seni kontemporer. Akan tetapi, menjadi berbeda hasilnya jika kita membicarakan kisah mengenai buruh perempuan yang semakin tertindas dari hari ke hari tanpa adanya perhatian khusus dari pemerintah yant tentunya juga bisa membuat banyak pemain judi Bandarqq Online terpercaya di Indonesia dan juga di daftar bandar qq 99 online terpercaya tersebut.

Kolaborasi Pengrajin Karya Rajutan Dengan Asosiasi Buruh Wanita

Memang benar, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum perempuan mendominasi profesi pada sektor ekonomi non formal di Indonesia. Namun, tetap saja itu tak membantu banyak dalam memberikan kesetaraan perlakuan serta hak antara pria dan wanita jika sudah berbicara soal penghargaan yang layak.

Jika kita mau membuka mata lebih lebar dan pandangan kita menjadi jernih, maka akan menemukan banyak sekali kesenjangan terjadi selama ini. Mungkin akan menjadi sebuah jurnal tersendiri apabila kita mencoba untuk menjabarkannya secara mendetail karena memang cukup banyak persoalan mengenainya.

Sebut saja misalnya mulai dari perbedaan nominal upah bulanan, hak untuk cuti saat sedang datang bulan, atau bahkan melahirkan. Asal tahu saja, hingga saat ini semua hal tersebut masih menjadi perdebatan sengit karena belum maksimal terpenuhi, belum lagi seputar kekerasan sosial yang tersembunyi.

Kolaborasi Pengrajin Karya Rajutan Mengharukan Seluruh Pengunjung Wanita

Banyak sekali kolaborasi pengrajin karya rajutan berisi tentang celotehan maupun curahan isi hati buruh perempuan dalam pameran di Taman Ismail Marzuki. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta bertekad untuk menyorot masalah kesenjangan sosial ini dengan lebih serius lagi, salah satunya dengan mengadakan pameran Perempuan Tulang Punggung mengingat industri Indonesia sangat besar skalanya.

Sebagai orang yang ditunjuk menjadi kurator, Angga Wijaya berusaha menyampaikan pandangannya tentang pengaruh dunia industri kepada kaum perempuan. Ia berujar bahwa hatinya merasa miris karena buruh wanita punya peran ganda selagi menjadi pekerja pabrik, yaitu juga harus mengurus rumah tangga secara keseluruhan, termasuk merawat anak – anak, melayani suami, sembari fokus mencari penghasilan.

Kolaborasi Pengrajin Karya Rajutan Mengharukan Seluruh Pengunjung Wanita

Pagelaran seni kali ini sangatlah berbeda jika kita membandingkannya dengan tahun kemarin, sebab ia menampilkan sesuatu yang sangat ceruk serta spesifik. Jika beberapa tahun terakhir selalu memamerkan acara dari seniman tunggal, maka sekarang menunjukkan mahakarya duet seniman wanita berbeda generasi, berikut kerjasama langsung untuk menyuarakan aspirasi seluruh serikat buruh perempuan dari seluruh penjuru Indonesia.

Para pelaku seni rupa ini juga berharap akan terjadinya kekompakan dan sikap koperatif dari pihak buruh agar acara ini dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. Mereka juga memimpikan untuk terbentuknya pertukaran wawasan maupun pengalaman dari bidang masing – masing agar tercipta kemajuan bersama.

Kedua perkumpulan seni tersebut bernama Buka Warung yang anggotanya kebanyakan adalahperempuan muda dan masih belia usianya. Sementara satu lagi yaitu Rajut Kejut, organisasi pengrajin karya rajutan oleh sejumlah wanita berumah tangga atau setidaknya sudah memiliki anak dan menjadi seorang ibu.

Definisi Kebahagian Menurut Sudut Pandang Kaum Buruh

Kolaborasi Pengrajin karya rajutan bukan hanya menjadi sarana menyuarakan aspirasi kaum pekerja perempuan pabrik, melainkan juga menambah wawasan mengenai kegiatan mereka. Setiap harinya, pastilah akan terjadi sebuah kejenuhan manakala mereka terlalu lelah bekerja dari pagi hingga petang hanya demi memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga keluarga kecilnya.

Berlatih yoga baru saja menjadi sebuah tren yang para buruh perempuan lakukan supaya membantu mengurangi stres karena aktifitas yang intens. Sesekali, mereka juga akan pergi bergerombol menuju tempat karaoke untuk melepas kepenatan dengan menyanyikan lagu dangdut maupun koplo yang saat ini sedang naik daun di masyarakat.

Kolaborasi Pengrajin Karya Rajutan Definisi Kebahagian Kaum Buruh

Juru bicara Buka Warung menyatakan kekaguman serta rasa takjubnya manakala mendengar kisah betapa setianya mereka bekerja pada sebuah perusahaan. Secara garis besar, rata – rata seorang buruh perempuan dapat mengabdikan dirinya sekitar dua puluh tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun.

Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan mayoritas anggota Buka Warung yang kebanyakan adalah seorang freelancer. Mereka juga cepat bosan sehingga sering kali hanya sanggup bekerja selama satu tahun lalu memutuskan untuk mengganti suasana dengan mengajukan pengunduran diri kepada pihak perusahaan.

Seorang seniman wanita yang tergabung dalam organisasi Rajut Kejut juga menyatakan ketertarikannya dengan keseharian para buruh wanita yang jenaka ini. Ia mencoba menuangkannya dalam sentilan – sentilan ringan yang tergambar dalam hasil rajutan miliknya dan bisa anda temukan sekali lagi dalam acara pameran Taman Ismail Marzuki di pusat ibukota Jakarta.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *