Ibu Benci Putranya Merajut Jadi Viral di Twitter

Ibu Benci Putranya Merajut Jadi Viral di Twitter

Ibu benci putranya merajut karena ia mengharapkan anaknya tumbuh seperti anak lelaki lainnya yang hobi mengejar layangan dan menendang bola. Kisah ini sangat viral karena mendapatkan bumbu – bumbu yang menyatakan bahwasanya ini adalah cerita nyata dan baru saja terjadi beberapa waktu lalu.

Sebut saja anak lelaki ini Abdul, bukan nama sebenarnya, agar lebih mudah untuk menceritakannya kembali kepada para pembaca sekalian. Bibi dari Abdul merasa iba akan perlakuan sang ibu terhadap anaknya itu, sehingga berniat untuk membagikan cerita ini sebagai bahan pelajaran kepada netizen khususnya warga Twitter.

Ibu Benci Putranya Merajut Jadi Viral di Twitter

Abdul membiarkan dirinya menangis tidak keruan ketika mendapati bahwa satu set benang berikut jarum rajut disita oleh ibunda tercinta. Saking tak tahan melihat anaknya punya hobi baru merajut, ibunya memutuskan untuk membuang perlengkapan maupun peralatan jahit tersebut ke tempat sampah.

Bibinya sangat sedih melihat keponakan lelakinya terguncang karena belum dapat mengerti alasan ibunya menjadi murka hanya karena melihatnya merajut. Diam – diam, bibi Abdul memungut kembali semua barang itu dengan cara mengaisnya dari tempat sampah, dan membersihkan seraya menyimpannya untuk sewaktu – waktu ia kembalikan ke keponakannya.

Ibu Benci Putranya Merajut Karena Khawatir Anaknya Jadi Transgender

Bibi Abdul menuturkan bahwasanya sang ibu benci putranya merajut sebab memiliki kekhawatiran bahwa anaknya akan mengalami penyimpangan seksual. Menurutnya, itu adalah hobi yang lebih pantas untuk dilakukan oleh perempuan, sementara anak lelaki sewajarnya berlarian di lapangan sembari bermain sepakbola beramai – ramai dengan anak komplek sekitar.

Abdul sesungguhnya merupakan anak laki-laki normal kebanyakan seperti pada umumnya, hanya saja lemah dalam segala macam kegiatan yang mengandalkan fisik. Kondisinya ini menyebabkan Abdul jadi sering tertinggal dalam mata pelajaran olahraga di sekolahan, kemudian pada suatu hari menunjukkan ketertarikan pada pita, jarum, dan benang.

Ibu Benci Putranya Merajut Karena Khawatir Anaknya Jadi Transgender

Rasa keingintahuannya muncul begitu besar manakala Abdul mengamati bibinya yang sedang asyik merajut di pojok rumah tempat tinggalnya. Selanjutnya, anak itu mengungkapkan perasaannya bahwa ia sangat antusias ingin coba belajar caranya merajut kepada sang bibi, bahkan sampai setengah merengek terhadapnya.

Melihat kemauan yang tinggi, bibinya tak kuasa untuk menolak permintaan keponakan yang sangat ia sayangi dan mengajarinya cara merajut. Luar biasanya, Abdul menunjukkan ketekunan dan kesabaran yang sangat menonjol, begitu fokus dan cermat mempelajari segala macam teknik merajut dari bibinya tanpa mengeluh hingga menjelang pukul 11 malam.

Budaya Patriarki Yang Terlanjur Mengakar Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Melihat hari sudah larut, rasanya wajar saja si ibu benci putranya merajut, begitulah setidaknya yang muncul dalam pikiran dirinya sendiri. Ibu manapun pasti takut jika melihat anak lelakinya bermain dengan kegiatan yang identik dengan pekerjaan wanita, dan nantinya akan tumbuh menjadi pribadi yang feminin serta lemah gemulai.

Akhirnya rajutan itu tidak selesai, serta Abdul menerima makian serta omelan semalaman suntuk dari ibunya tanpa henti mengoceh. Ternyata, bukan sekali ini saja Abdul mendapatkan perlakuan kasar seperti itu, karena ibunya merasa bahwa anaknya tidak pernah memperlihatkan tanda – tanda maskulin dari sewajarnya sosok pria sehari – hari.

Budaya Patriarki Yang Terlanjur Mengakar Ibu Benci Putranya Merajut

Bibinya mengeluhkan tentang praktik budaya patriarki yang masih erat melekat dalam kehidupan bermasyarakat dan jelas terpampang di depan mata. Padahal, festival kesenian rajutan yang diselenggarakan di Jogjakarta pun kebanyakan merupakan hasil kerajinan tangan para pegiat lelaki dan mereka semuanya normal, bahkan sudah beristri serta memiliki anak.

Tidak ada yang melenceng dengan kepribadian Abdul; ia hanyalah kebetulan merupakan seorang anak lelaki dengan perangai lembut serta penurut. Buktinya, selain menyukai hobi merajut ternyata Abdul juga sering mengajak bibinya untuk membersihkan sungai yang kotor karena banyaknya sampah rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *